Kebun strawberry ini berada di dataran tinggi dengan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang asri. Lokasinya bahkan berada tidak jauh dari kawasan Danau Kembar, sehingga pengunjung dapat menikmati wisata alam sekaligus agrowisata dalam satu perjalanan.
Konsep wisata yang ditawarkan cukup menarik, di mana pengunjung dapat memetik sendiri buah strawberry langsung dari pohonnya. Pengalaman ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga dan anak-anak yang ingin merasakan sensasi berkebun secara langsung. Selain itu, suasana pegunungan yang dipenuhi kabut tipis di pagi hari semakin menambah kesan seperti berada di luar negeri.
Secara umum, kebun ini buka setiap hari dengan jam operasional sekitar pagi hingga sore hari. Harga tiket masuk tergolong terjangkau, dan pengunjung biasanya dapat membawa pulang strawberry yang dipetik dengan sistem penimbangan.
Selain Kebun Strawberry Dzjikho, terdapat juga beberapa lokasi serupa di kawasan ini seperti Kebun Strawberry Alby dan Agrowisata Strawberry Sejiwa yang menawarkan konsep wisata yang hampir sama, yaitu petik buah langsung dan menikmati suasana alam pegunungan.
Keberadaan kebun strawberry ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Agrowisata ini membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah Solok.
Bagi para pengunjung, pengalaman ini bukan sekadar wisata biasa, tetapi juga menjadi momen untuk lebih dekat dengan alam. Aktivitas sederhana seperti memetik buah langsung dari kebun memberikan kesan berbeda dibandingkan membeli produk di pasar.
Kini, kebun strawberry di Alahan Panjang semakin dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Sumatra Barat. Keindahan alam yang dipadukan dengan pengalaman interaktif menjadikan tempat ini cocok sebagai pilihan liburan yang menyenangkan sekaligus edukatif.