Viral Pernyataan Istri Penerima LPDP Soal Status Kewarganegaraan Anak, Menteri Minta Pengembalian Dana Beasiswa

Gambar Passport IndonesiaWNI
Aruna9news.com – Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas yang mengaku tidak ingin menjadikan anaknya sebagai warga negara Indonesia (WNI) viral di media sosial dan menuai polemik. Diketahui, Dwi bukan penerima beasiswa LPDP, melainkan istri dari awardee yang memperoleh pendanaan pendidikan dari negara.
Meski bukan penerima langsung, pernyataan tersebut tetap memicu kritik publik. Sejumlah pihak menilai sikap itu tidak etis karena berkaitan dengan keluarga penerima beasiswa yang dibiayai oleh dana negara.
Menanggapi polemik tersebut, Menteri Puraya menyampaikan bahwa pemerintah akan menelusuri status dan kewajiban penerima beasiswa, yakni suami Dwi Sasetyaningtyas. Ia menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran terhadap komitmen program, pengembalian dana beasiswa bisa menjadi konsekuensi.
“Yang menjadi penerima LPDP adalah suaminya, sehingga yang akan kami evaluasi adalah kontrak dan kewajiban awardee yang bersangkutan,” ujarnya.
Pernyataan Dwi di ruang digital sebelumnya dinilai sebagian kalangan tidak mencerminkan semangat kebangsaan. Namun, Dwi menyebut dirinya tetap berkontribusi bagi Indonesia melalui pekerjaan dan aktivitas profesional yang dijalani.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai polemik ini perlu dilihat secara proporsional. Status kewarganegaraan anak merupakan ranah personal, namun komitmen penerima beasiswa negara tetap mengikat sesuai perjanjian yang telah disepakati.
Program LPDP selama ini mensyaratkan awardee untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Hingga kini, pemerintah masih melakukan penelusuran administratif terkait kewajiban penerima beasiswa yang dimaksud.
Perdebatan di ruang publik pun masih berlangsung, terutama mengenai batas antara hak pribadi, etika, dan tanggung jawab moral sebagai keluarga penerima beasiswa negara.
Sumber : Liputan 6 SCTV & Tiktok (@sasetyaningtyas0)
Penulis : Aliya Lathifa Restu










