Waspadai Trik Penipuan Host Live Game dan Live Dance di TikTok, Spender Diminta Tetap Rasional

Last Updated: 23 Februari 2026By Tags: , , , , ,

Ilustrasi live (Aliya Lathifa/Aruna9News)

Aruna9news.com – Masyarakat, khususnya para spender atau pemberi gift berbayar, diimbau untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok kedekatan emosional yang marak terjadi dalam siaran live game di platform TikTok.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa sebagian host live memanfaatkan interaksi personal untuk membangun kedekatan dengan penonton, terutama spender. Modus yang digunakan antara lain perhatian berlebihan, komunikasi intens, hingga pengakuan perasaan khusus, yang pada akhirnya mendorong korban mengirim gift dalam jumlah besar secara terus-menerus.

Pengamat literasi digital mengingatkan bahwa host live pada dasarnya bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Interaksi yang ditampilkan dalam siaran merupakan bagian dari pekerjaan dan strategi konten. Karena itu, penonton diminta untuk tetap aware dan rasional, serta tidak menganggap seluruh perhatian yang diberikan sebagai ketulusan pribadi.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah percaya pada klaim status pribadi yang disampaikan di ruang publik. Tidak menutup kemungkinan, ada host yang mengaku masih sendiri atau jomblo demi menarik simpati, padahal sebenarnya sudah memiliki pasangan, bahkan telah berkeluarga. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan untuk membangun ilusi kedekatan emosional dengan spender.

Dalam beberapa kasus, korban rela menghabiskan tabungan, berutang, hingga mengorbankan kebutuhan pribadi karena merasa memiliki hubungan khusus. Namun, ketika aliran gift berhenti, komunikasi sering kali ikut merenggang atau terputus.

Tips agar terhindar dari manipulasi emosional live. Untuk mencegah kerugian, masyarakat disarankan:

  1. Sadar bahwa live streaming adalah pekerjaan dan bisnis, bukan ruang hubungan pribadi.

  2. Pisahkan perasaan dan logika, jangan mengambil keputusan finansial berdasarkan emosi.

  3. Tetapkan batas pengeluaran gift sesuai kemampuan ekonomi.

  4. Jangan mudah percaya pada janji atau pengakuan personal, termasuk soal status hubungan.

  5. Hindari komunikasi privat yang mengarah pada permintaan uang atau hadiah.

  6. Laporkan akun yang terindikasi manipulatif melalui fitur resmi platform.

Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menikmati hiburan digital. Kesadaran bahwa tidak semua interaksi bersifat tulus akan membantu mencegah kerugian finansial maupun emosional. Literasi digital menjadi kunci agar ruang digital tetap sehat dan aman bagi semua pengguna.

Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment