Whoosh vs Haramain: Mana yang Lebih Ngebut? Simak Perbandingannya!

Jemaah Umroh Menggunakan Haramain

Haramain

Whoosh
Bagi Anda yang sudah pernah menunaikan ibadah umroh, pengalaman naik Haramain High Speed Railway dari Madinah ke Makkah (atau sebaliknya) pasti sangat berkesan. Rasanya ajaib, perjalanan yang biasanya memakan waktu 6 jam dengan bus, bisa dipangkas menjadi hanya sekitar 2 jam lebih sedikit.
Namun, saat pulang ke tanah air dan mencoba Whoosh (Kereta Cepat Jakarta-Bandung), banyak yang bertanya-tanya: “Mana sih yang sebenarnya lebih cepat? Perasaan di Arab lebih kencang, ya?”
Yuk, kita bedah faktanya!
- Kecepatan Operasional: Whoosh Unggul!
Meski sama-sama kereta cepat, secara teknis Whoosh sedikit lebih unggul.
- Whoosh: Beroperasi dengan kecepatan stabil di 350 km/jam.
- Haramain: Beroperasi dengan kecepatan maksimal 300 km/jam.
Jadi, secara angka, Whoosh “lari” lebih kencang 50 km/jam dibandingkan Haramain.
- Teknologi di Balik Layar
Whoosh menggunakan teknologi dari Tiongkok (tipe CR400AF) yang memang didesain untuk kecepatan operasional 350 km/jam. Sementara itu, Haramain menggunakan teknologi Talgo dari Spanyol.
Haramain membatasi kecepatannya di angka 300 km/jam bukan karena keretanya tidak mampu, tapi karena faktor lingkungan. Jalur Haramain membelah gurun pasir yang luas; kecepatan yang terlalu tinggi berisiko jika ada pasir yang masuk ke komponen teknis atau hambatan cuaca ekstrem lainnya.
- Jarak dan Waktu Tempuh
Ini yang sering membuat kita merasa Haramain lebih “terasa” perjalanannya:
- Haramain: Menempuh jarak sekitar 450 km(Makkah-Madinah). Karena jaraknya jauh, Anda punya waktu 2 jam lebih untuk duduk santai menikmati pemandangan gurun.
- Whoosh: Menempuh jarak 142 km(Jakarta-Bandung). Karena jaraknya pendek, baru saja duduk dan minum kopi sebentar, Anda sudah sampai dalam waktu 30-45 menit.
- Sensasi Kenyamanan
Kedua kereta ini sama-sama sangat stabil. Jika Anda meletakkan koin dalam posisi berdiri di atas meja kereta, koin tersebut tidak akan jatuh meski kereta sedang melaju maksimal. Bedanya, Whoosh terasa sangat modern dengan desain futuristik, sementara Haramain memberikan kesan mewah nan fungsional khas perjalanan haji dan umroh.
- Adu Mewah: Kelas Kursi & Fasilitas
Bagi yang terbiasa dengan kelas First Class di Haramain, mari kita lihat bagaimana Whoosh menyambut Anda:
- Haramain (Business Class vs Economy):Di kelas bisnisnya, Anda akan dimanjakan dengan kursi kulit yang lebar, sandaran kaki, dan stopkontak. Interiornya kental dengan nuansa elegan khas Timur Tengah. Uniknya, di setiap gerbong ada layar informasi yang sering memutar lantunan doa atau video singkat seputar layanan umroh.
- Whoosh (First Class, Business, & Premium Economy):Whoosh punya tiga kelas. First Class-nya setara dengan kabin pesawat mewah dengan susunan kursi 1-2. Yang paling laris adalah Premium Economy dengan susunan 2-3. Desainnya sangat modern, bersih, dan minimalis ala teknologi masa depan
- Cara War Tiket: Aplikasi vs Website
Jangan sampai salah langkah saat ingin mencoba keduanya:
- Haramain:Paling praktis pesan melalui aplikasi resmi “HHR Train” atau website com.sa. Tips buat alumni umroh: pesannya harus jauh-jauh hari (H-30) karena tiket Makkah-Madinah sering ludes, terutama saat musim Ramadhan atau libur sekolah
- Whoosh:Anda bisa pakai aplikasi “Whoosh”, melalui situs kcic.co.id, atau lewat aplikasi pihak ketiga seperti Access by KAI. Hebatnya, di Whoosh Anda bisa beli tiket langsung di mesin otomatis (Vending Machine) di stasiun dengan pembayaran QRIS yang sangat cepat.
- Harga Tiket: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
- Haramain:Harga tiketnya fluktuatif (dinamis). Untuk rute Makkah-Madinah, kelas Ekonomi biasanya mulai dari 150 SAR (sekitar Rp600 ribuan), sedangkan Kelas Bisnis bisa mencapai 315 SAR (sekitar Rp1,3 jutaan)
- Whoosh:Harganya juga menggunakan skema Dynamic Pricing. Untuk rute Jakarta-Bandung, tiket Ekonomi Premium biasanya berkisar antara 000 hingga Rp250.000. Jauh lebih terjangkau karena jaraknya pun memang lebih pendek
Mana yang Jadi Favorit Anda?
Whoosh memberikan sensasi “kilat” yang efisien untuk urusan bisnis atau wisata singkat, sementara Haramain memberikan sensasi “nyaman” yang sakral di tengah perjalanan ibadah. Keduanya adalah keajaiban teknologi di masing-masing negara.
Jadi, setelah tahu fakta ini, apakah Anda jadi ingin segera menjajal Whoosh atau justru jadi kangen ingin balik lagi naik Haramain di tanah suci?












Komparasi yang lengkap, penulis dengan dukungan pengalaman dan literatur menyajikan informasi yang lengkap