unjungan Wisman Turun di September 2025, Wisnus Jadi Penopang Pariwisata

Last Updated: 30 Januari 2026By Tags: , , ,

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terbaru terkait perkembangan sektor pariwisata Indonesia pada September 2025. Secara bulanan, capaian pariwisata tercatat mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025, namun secara tahunan menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan siaran pers BPS yang disampaikan pada Senin (3/10/2025), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 1,39 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 9,04 persen dibandingkan September 2024. Meski demikian, bila dibandingkan dengan Agustus 2025, kunjungan wisman mengalami penurunan sebesar 7,33 persen.

Pada periode tersebut, wisatawan asing yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Malaysia dengan kontribusi 19,53 persen, disusul Australia sebesar 11,72 persen, serta Singapura yang menyumbang 8,55 persen dari total kunjungan.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada September 2025 mencapai 94,36 juta perjalanan. Angka ini meningkat 13,19 persen dibandingkan September tahun sebelumnya, serta tumbuh 0,84 persen dibandingkan bulan Agustus 2025.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga September 2025, total perjalanan wisnus di Indonesia mencapai 901,90 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik signifikan sebesar 18,99 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Berdasarkan provinsi asal, Jawa Barat menjadi penyumbang perjalanan wisnus terbesar pada September 2025 dengan 17,20 juta perjalanan atau berkontribusi sekitar 18,23 persen terhadap total perjalanan nasional.

Dalam laporan yang sama, BPS juga memaparkan perkembangan tingkat hunian hotel. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2025 tercatat sebesar 50,16 persen. Capaian ini menurun 4,52 persen dibandingkan September 2024 dan turun 0,35 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang mencapai 1,65 malam, meningkat tipis 0,02 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara akumulatif dari Januari hingga September 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 47,58 persen, turun 3,75 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Penurunan terdalam terjadi di Provinsi Aceh, Kalimantan Timur, dan Gorontalo. Di sisi lain, hanya Provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Barat yang mencatatkan peningkatan tingkat hunian hotel berbintang.

Untuk hotel nonbintang, TPK pada September 2025 tercatat sebesar 25,38 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,48 persen poin dibandingkan September 2024 dan turun 0,41 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Secara wilayah, Provinsi Bali mencatat tingkat hunian hotel nonbintang tertinggi dengan capaian 46,51 persen, diikuti DKI Jakarta sebesar 40,05 persen dan Nusa Tenggara Barat sebesar 33,86 persen.

sumber: detikTravel

berita selengkapnya bisa anda lihat di aruna9news.com

Leave A Comment