DUMBO New York Diserbu Turis, Warga Keluhkan Sampah hingga Pedagang Ilegal

Image: Manhattan Bridge
Aruna9news.com – Kawasan DUMBO atau Down Under the Manhattan Bridge Overpass yang terkenal sebagai spot foto ikonik dengan latar Manhattan Bridge kini menuai keluhan warga setempat. Lonjakan wisatawan disebut memicu kemacetan, sampah, hingga maraknya pedagang ilegal, dan situasi itu diperkirakan semakin buruk saat FIFA World Cup 2026 digelar di New York City.
Saat turnamen berlangsung, sekitar 1,2 juta penggemar sepak bola diprediksi memadati kota tersebut. Kehadiran mereka dikhawatirkan menambah tekanan di kawasan DUMBO yang selama ini sudah dipenuhi wisatawan setiap hari.
Warga menilai lingkungan tempat tinggal mereka kini berubah menjadi kawasan semrawut. Mereka mengeluhkan kemacetan parah, tumpukan sampah berbau, meningkatnya populasi tikus, hingga pedagang kaki lima ilegal yang dianggap semakin agresif. Padahal, DUMBO dikenal sebagai area elite dengan harga sewa apartemen rata-rata mencapai USD 5.200 atau sekitar Rp83 juta per bulan.
Salah satu warga, Sheryl Buchhotz, mengatakan kualitas hidup di lingkungan tersebut menurun drastis. Menurutnya, DUMBO selama ini dikenal sebagai komunitas yang terbuka bagi siapa saja, namun kondisi saat ini dinilai sudah tidak terkendali.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang merasa pemerintah kota belum memberikan solusi nyata. Meski aparat kerap melakukan penertiban, para pedagang ilegal disebut kembali berjualan hanya beberapa jam kemudian karena keuntungan dari wisatawan dinilai jauh lebih besar dibanding denda yang diberikan.
Warga lainnya, Jimmy Ng, menilai persoalan utama bukanlah banyaknya turis, melainkan minimnya dukungan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia membandingkan kondisi DUMBO dengan Times Square yang dinilai lebih siap menghadapi lonjakan pengunjung.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena selain Piala Dunia 2026, Amerika Serikat juga akan menggelar perayaan ulang tahun ke-250 negara itu pada bulan berikutnya. Warga khawatir kepadatan massa akan menghambat layanan darurat seperti ambulans jika tidak ada koordinasi keamanan dan kebersihan yang matang.
Sementara itu, anggota Dewan Kota setempat, Lincoln Restler, mengakui pemerintah belum memiliki rencana terpadu untuk mengatasi lonjakan wisatawan di DUMBO. Ia mengatakan tengah mengusulkan aturan baru terkait pengelolaan pariwisata di kawasan tersebut, meski proses pembahasannya diperkirakan memerlukan waktu cukup lama.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










