Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Kini Tembus Rp3,04 Juta per Gram

Last Updated: 10 Maret 2026By Tags: , ,

Aruna9News.com, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas satuan 1 gram pada pagi hari dibanderol sekitar Rp3.047.000 per batang, meningkat sekitar Rp8.000 dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi kabar positif bagi para investor emas setelah pada perdagangan sehari sebelumnya harga emas Antam sempat mengalami penurunan cukup tajam. Pada Senin (9/3/2026), harga emas tercatat turun hingga Rp55.000, sehingga kenaikan hari ini menjadi sinyal pemulihan harga di pasar domestik.

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh pihak Antam juga mengalami peningkatan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat berada di kisaran Rp2.802.000 per gram, naik sekitar Rp14.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga emas Antam sendiri tidak selalu sejalan dengan harga emas di pasar global. Saat ini, harga emas dunia masih mengalami tekanan karena kuatnya nilai dolar Amerika Serikat serta meningkatnya sikap kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional.

Berdasarkan data perdagangan global, harga emas dunia pada awal pekan ini mengalami penurunan. Pada Senin (9/3/2026), harga emas tercatat berada di sekitar US$ 5.136 per troy ons, atau turun sekitar 0,64 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah pada akhir pekan lalu harga emas sempat menguat sekitar 1,8 persen.

Meski demikian, pada perdagangan Selasa pagi harga emas global mulai menunjukkan tanda pemulihan. Hingga pukul 06.28 WIB, harga emas tercatat naik tipis menjadi sekitar US$ 5.145 per troy ons atau menguat sekitar 0,17 persen.

Para analis menilai bahwa pergerakan harga emas ke depan masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, terutama fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat serta dinamika geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia. Kondisi tersebut sering kali membuat investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Sementara itu, permintaan emas di dalam negeri diperkirakan tetap stabil, terutama menjelang berbagai momentum penting seperti musim investasi dan kebutuhan masyarakat terhadap logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang.

Sumber : CNBNIndonesia

Penulis : Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment