Gempa M6,7 Guncang Palu, BMKG Sebut Dipicu Sesar Sausu dan Imbau Warga Tetap Tenang

Sumber : BMKG
Aruna9news.com – Wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu, salah satu sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah.
Menurut BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan episenter berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT dengan kedalaman sekitar 16 kilometer. Gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan turun atau normal fault. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan peta guncangan BMKG, intensitas mencapai skala VI–VII MMI di beberapa wilayah seperti Torue dan Parigi Selatan, sementara Kota Palu dan Sigi merasakan guncangan pada skala V–VI MMI. Pada tingkat ini, gempa dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan.
Hingga beberapa jam setelah gempa utama, BMKG mencatat telah terjadi sejumlah gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik. BMKG juga meminta warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dipastikan aman oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini mengingatkan masyarakat pada tingginya aktivitas tektonik di Pulau Sulawesi yang berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng aktif. Karena itu, wilayah Sulawesi termasuk daerah dengan potensi gempa bumi yang cukup tinggi di Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menyiapkan langkah mitigasi sederhana, seperti mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul aman apabila gempa kembali terjadi.
Sejauh ini, otoritas terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat gempa. Pemerintah daerah bersama instansi kebencanaan terus memantau situasi di lapangan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan apabila ditemukan kerusakan infrastruktur maupun korban terdampak.
Sumber : BMKG
Penulis : Aliya Lathifa Restu










