BRPT Cetak Laba US$271 Juta di Kuartal I 2026, Melonjak 803% Berkat Kinerja Energi dan Petrokimia

Image: Logo Barito Pacific
Aruna9news.com – Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT), mencatatkan laba bersih sebesar US$271 juta pada kuartal I 2026, setara sekitar Rp4,71 triliun dengan asumsi kurs tengah BI per 4 Mei 2026 di Rp17.378 per dolar AS. Angka ini melonjak signifikan hingga 803% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan peningkatan tajam dalam profitabilitas dan efisiensi operasional perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 4 Mei 2026, pendapatan konsolidasi BRPT mencapai US$2,57 miliar atau sekitar Rp44,66 triliun, tumbuh 232% secara tahunan. EBITDA juga meningkat 288% menjadi US$567 juta (sekitar Rp9,85 triliun), sekaligus mencetak rekor tertinggi untuk kinerja kuartalan. Peningkatan ini didorong oleh kuatnya margin kilang serta optimalisasi operasional yang dilakukan perusahaan.
Margin EBITDA naik menjadi 22,06% dari sebelumnya 18,91%, sementara laba bersih sebesar US$271 juta menunjukkan kualitas pendapatan yang semakin baik. Kontribusi utama berasal dari segmen petrokimia dan energi, sejalan dengan posisi BRPT sebagai perusahaan energi dan industri terintegrasi.
Dari sisi strategi, manajemen menyampaikan bahwa kinerja positif ini ditopang oleh operasi kilang di Singapura serta integrasi aset ritel energi. Akuisisi jaringan SPBU Esso juga mulai memberikan kontribusi sejak awal 2026, memperkuat rantai nilai di sektor hilir.
Pada segmen energi, pendapatan tercatat US$165 juta (sekitar Rp2,87 triliun), naik 10% secara tahunan. Kapasitas energi terbarukan turut meningkat setelah retrofit fasilitas Wayang Windu, kini mencapai sedikit di atas 1 GW, mencerminkan penguatan portofolio energi hijau perusahaan.
Sementara itu, dari sisi neraca, rasio net debt to equity tetap stabil di level 0,77x. Likuiditas perusahaan juga terjaga meskipun tengah melakukan ekspansi, yang menjadi faktor penting bagi investor dalam menilai ketahanan BRPT terhadap dinamika pasar global.
Source: Barito Pasific
Editor: Ariel Yoga Praditya










