BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Bali Lebih Panjang dan Berpotensi Ekstrem

Last Updated: 12 Maret 2026By Tags: ,

Aruna9News.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali memprediksi Pulau Bali berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering pada tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino lemah yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang berlangsung pada periode Juli hingga Oktober berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah di Bali.

Menurutnya, beberapa daerah yang diperkirakan paling terdampak kekeringan antara lain wilayah Bali bagian utara seperti Kabupaten Buleleng dari barat hingga timur, Pulau Nusa Penida, serta wilayah selatan Kabupaten Klungkung.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, musim kemarau di Bali diperkirakan mulai terjadi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Kemarau diprediksi mulai muncul pada Dasarian I Maret 2026 di wilayah Pulau Nusa Penida. Selanjutnya, pada Dasarian II Maret, musim kemarau diperkirakan mulai meluas ke wilayah selatan Gianyar, selatan Klungkung, dan selatan Karangasem.

Sementara itu, wilayah Bali bagian tengah diprediksi menjadi daerah yang paling akhir memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan seluruh wilayah Bali akan sepenuhnya memasuki musim kemarau pada Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, total durasi musim kemarau di Bali diperkirakan mencapai sekitar enam bulan, terhitung sejak Maret hingga Agustus 2026. Durasi ini lebih panjang dibandingkan musim kemarau pada 2025 yang hanya berlangsung sekitar empat bulan, yakni dari Juni hingga September.

Meski berpotensi mengalami kekeringan lebih lama, BMKG memperkirakan suhu udara selama musim kemarau masih berada pada kisaran normal, yaitu di bawah 35 derajat Celsius. Namun demikian, BMKG akan terus memantau perkembangan suhu dan kondisi iklim secara berkala untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

BMKG juga mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan sektor pertanian selama musim kemarau berlangsung.

Sumber: CNNIndonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment