Raja Ampat Bersiap Hadapi Revalidasi UNESCO, Pemerintah Fokus Jaga Pariwisata Berkelanjutan

Image: Raja Ampat
Aruna9news.com – Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan berbagai upaya guna mendukung proses revalidasi UNESCO di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Salah satu langkah yang menjadi perhatian utama ialah penataan destinasi wisata agar tetap menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan langsung ke Raja Ampat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pelaku industri pariwisata setempat. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya meninjau sejumlah hal yang perlu dibenahi, termasuk penghitungan daya dukung wisata di setiap lokasi penyelaman serta pembatasan jumlah kapal wisata yang dapat beroperasi di kawasan tersebut. Pendataan itu nantinya akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan asosiasi terkait.
Selain itu, pemerintah juga berencana memasang sebanyak 136 mooring buoy atau pelampung tambat di perairan Raja Ampat. Fasilitas ini ditujukan untuk melindungi terumbu karang dari kerusakan akibat jangkar kapal wisata yang selama ini banyak beroperasi di area tersebut. Dengan adanya mooring buoy, kapal dapat bersandar tanpa harus menjatuhkan jangkar langsung ke dasar laut.
Menpar juga menekankan pentingnya penerapan konsep pariwisata berkelanjutan pada sektor akomodasi, seperti hotel dan homestay. Menurutnya, keberlanjutan pariwisata tidak hanya dilakukan pada destinasi wisata, tetapi juga harus mencakup seluruh ekosistem pendukung, termasuk pengelolaan limbah dan sampah.
Permasalahan sampah laut turut menjadi perhatian serius pemerintah. Kapal wisata nantinya diharapkan tidak lagi membuang sampah ke laut, sementara pengelolaan sampah dari daratan juga perlu diperkuat. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah pemasangan jaring di muara sungai agar sampah dari darat tidak terbawa arus hingga mencemari laut. Namun, langkah tersebut memerlukan kerja sama berbagai pihak serta biaya operasional yang cukup besar.
Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat mendukung pengembangan pariwisata Raja Ampat secara berkelanjutan sekaligus menjaga status kawasan tersebut sebagai UNESCO Global Geopark. Rencananya, tim UNESCO akan datang ke Raja Ampat pada Agustus mendatang untuk melakukan penilaian ulang terhadap status geopark dunia kawasan tersebut.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










