Kapan Takbiran Idul Adha 2026? Simak Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Takbir

Image: Ilustrasi Idul Adha
Aruna9news.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, gema takbir akan berkumandang sepanjang malam sebagai bentuk rasa syukur dan pengagungan umat Islam kepada Allah SWT. Masyarakat biasanya melaksanakan pembacaan takbir, tahmid, dan tahlil secara berjamaah di masjid maupun mushola. Suasana malam takbiran juga semakin meriah dengan adanya pawai keliling yang melintasi jalan-jalan desa hingga perkotaan.
Berbeda dengan Idul Fitri yang identik dengan takbiran pada malam sebelum hari raya, sebagian masyarakat masih mempertanyakan waktu pelaksanaan takbiran Idul Adha. Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami ketentuan pelaksanaannya agar ibadah dapat dilakukan sesuai syariat.
Mengacu pada penjelasan dalam artikel [NU Online](https://www.nu.or.id?utm_source=chatgpt.com) berjudul “Dua Jenis Takbir Idul Fitri atau Idul Adha”, Ustadz Ahmad Mundzir menyebutkan bahwa takbir Idul Adha termasuk jenis takbir muqayyad. Takbir ini dianjurkan dibaca setelah salat fardhu selama lima hari, mulai tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah.
Dengan demikian, umat Islam di Indonesia sudah dapat mulai mengumandangkan takbir sejak matahari terbenam pada Selasa, 26 Mei 2026, atau malam sebelum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Tradisi tersebut menjadi simbol suka cita umat Islam dalam menyambut hari raya kurban.
Berikut salah satu bacaan takbir Idul Adha yang umum dikumandangkan masyarakat:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allahu Akbar wa lillaahil hamd.”
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Selain waktu pelaksanaannya, terdapat berbagai versi bacaan takbir yang umum dibaca masyarakat, mulai dari versi pendek hingga panjang. Meski berbeda lafaz, seluruh bacaan tetap memiliki makna yang sama, yakni mengagungkan dan memuji Allah SWT.
Agar perayaan semakin semarak dan bermakna, masyarakat juga dapat mengangkat berbagai tema menarik dalam kegiatan takbiran Idul Adha 2026, seperti semangat kebersamaan, kepedulian sosial, hingga mempererat ukhuwah Islamiyah.
Source: Detik.com










