AI Tidak Menggantikan Apoteker, Guru Besar Universitas Esa Unggul: Justru Lahir Era Apoteker 5.0
Esaunggul.ac.id, Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan munculnya wacana penyesuaian sejumlah program studi dengan kebutuhan industri masa depan, Program Studi Farmasi justru dinilai semakin strategis. Guru Besar Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Prof. Dr. Maksum Radji, menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan profesi apoteker, melainkan mendorong lahirnya Apoteker 5.0 yang memadukan kompetensi kefarmasian dengan penguasaan teknologi digital.
Menurut Prof. Maksum, perkembangan AI memang mengubah cara kerja di bidang kesehatan, mulai dari penemuan obat, analisis data pasien, hingga otomatisasi layanan farmasi. Namun, aspek pengambilan keputusan klinis, etika profesi, komunikasi terapeutik, dan empati kepada pasien tetap menjadi kompetensi yang hanya dapat dilakukan oleh manusia.
“AI merupakan mitra strategis yang membantu meningkatkan akurasi dan efisiensi pelayanan kefarmasian. Namun, keputusan klinis, pertimbangan etis, serta komunikasi dengan pasien tetap membutuhkan keahlian seorang apoteker,” jelas Prof. Maksum.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah peran utama apoteker yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Mulai dari memberikan edukasi kepada pasien mengenai penggunaan obat, memastikan keamanan terapi, hingga melakukan konseling untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan.
Selain itu, kemajuan teknologi juga melahirkan berbagai peluang profesi baru di bidang kefarmasian. Salah satunya melalui pengembangan Farmasi Informatika, yang menggabungkan ilmu farmasi dengan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses penemuan obat melalui molecular docking, molecular dynamics, maupun analisis big data kesehatan.
Prof. Maksum menambahkan bahwa lulusan farmasi di masa depan juga memiliki peluang besar sebagai analis data kesehatan, konsultan farmakogenomik, pengembang teknologi kesehatan digital, hingga pengawas implementasi AI yang sesuai dengan regulasi dan etika pelayanan kesehatan.
Dalam praktik pelayanan kesehatan modern, AI telah dimanfaatkan untuk membantu proses skrining resep, mendeteksi potensi interaksi obat, memprediksi kebutuhan stok obat menggunakan algoritma prediktif, hingga mendukung layanan telefarmasi dan pemantauan pasien secara daring. Bahkan, berbagai rumah sakit telah mengintegrasikan robot dispensing yang mampu mengambil dan menyiapkan obat secara otomatis.
Meski demikian, Prof. Maksum menegaskan bahwa seluruh teknologi tersebut tetap membutuhkan pengawasan dan validasi dari tenaga farmasi profesional.
“Teknologi dapat menggantikan pekerjaan yang bersifat administratif dan rutin, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab profesional seorang apoteker dalam memastikan keselamatan pasien,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep Apoteker 5.0, yaitu profesional farmasi yang mampu mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan teknologi digital, kecerdasan buatan, analisis data, serta pelayanan kesehatan berbasis pasien.
“Kombinasi keterampilan atau hybrid skills menjadi kebutuhan utama bagi apoteker masa depan. Profesional farmasi harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan etika profesi,” kata Prof. Maksum.
Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., mengatakan bahwa transformasi digital harus direspons melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.
“Artificial Intelligence bukan ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi baru. Universitas Esa Unggul terus memperkuat kurikulum berbasis teknologi, riset, dan kolaborasi industri agar lulusan Farmasi mampu menjadi Apoteker 5.0 yang siap menghadapi tantangan layanan kesehatan masa depan,” ujar Arief.
Melalui penguatan kurikulum, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan riset inovatif, Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul terus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjawab kebutuhan industri kesehatan yang terus berkembang. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Esa Unggul dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global di era transformasi digital.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 11 Fakultas
- 44 Program Studi, terdiri dari:
- 25 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 6 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com











