Communication Brainstorming #20: Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Dorong Kepemimpinan Perempuan Hadapi Era Digital dan Artificial Intelligence
Esaunggul.ac.id, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University kembali menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan tantangan global melalui Communication Brainstorming #20 bertema “Bridging the Digital Divide: Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital”. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Orange Day ke-27 ini mengajak mahasiswa, dosen, dan praktisi mendiskusikan bagaimana perempuan dapat mengambil peran strategis sebagai pemimpin di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Diselenggarakan di Gedung A Ruang 811 Universitas Esa Unggul, forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pentingnya menciptakan transformasi digital yang inklusif, memperluas akses terhadap teknologi, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan masyarakat yang semakin terdigitalisasi.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai pengambil keputusan, inovator, dan pemimpin di berbagai sektor.
“Perempuan tidak lagi hanya menjadi pihak yang beradaptasi terhadap perubahan teknologi, tetapi harus menjadi aktor utama yang memimpin perubahan tersebut. Perempuan yang berdaya di era digital adalah kunci membangun bangsa yang maju, adil, dan berkelanjutan,” ujar Dr. Erna.
Ia menambahkan bahwa keberagaman perspektif yang dimiliki perempuan menjadi modal penting dalam menghasilkan inovasi dan kebijakan yang lebih inklusif di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Sebagai narasumber utama, Co-Founder dan Co-CEO Kalandara Group, Farah Dilla Syofiana, S.Sos., M.Si., CPR, mengajak peserta melihat transformasi digital sebagai peluang untuk terus berkembang, bukan ancaman yang harus dihindari. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kompetensi utama yang menentukan keberhasilan seseorang di masa depan.
“Apa pun jenjang karier dan bidang yang kita tekuni, pada akhirnya yang mampu bertahan adalah mereka yang dapat beradaptasi dengan setiap perubahan yang menyertai perjalanan tersebut,” ungkap Farah.
Ia juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence, nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepemimpinan tetap menjadi keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Ketua Panitia, M. Rizki Fauzan Hidayat, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital harus diiringi dengan pemerataan kesempatan agar seluruh masyarakat, khususnya perempuan, dapat memperoleh manfaat yang sama.
“Tantangan terbesar kita adalah memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berdaya secara kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab yang mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari peluang perempuan di industri digital, kepemimpinan perempuan dalam organisasi, hingga dampak perkembangan Artificial Intelligence terhadap dunia kerja dan profesi komunikasi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu kesetaraan gender, transformasi digital, dan masa depan kepemimpinan.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dan kesetaraan.
“Transformasi digital membuka peluang yang semakin luas bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin, inovator, dan penggerak perubahan. Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, literasi digital, dan kemampuan berinovasi sehingga siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” ujar Rektor.
Melalui Communication Brainstorming #20, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul berharap dapat terus menghadirkan forum akademik yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis dan solutif terhadap berbagai isu kontemporer. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Universitas Esa Unggul dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan global di era transformasi digital.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 11 Fakultas
- 44 Program Studi, terdiri dari:
- 25 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 6 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com













