Houthi Serang Dua Kapal Tanker Saudi di Laut Merah, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Aruna9news.com, Jakarta – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok milisi Houthi Yaman mengaku melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Serangan tersebut terjadi di tengah memanasnya situasi regional, termasuk meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan dua kapal tanker bernama Encelia dan Layla menjadi sasaran karena dianggap melanggar blokade laut yang diberlakukan kelompok tersebut.
“Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi bernama Encelia dan Layla karena pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan angkatan bersenjata,” ujar Saree, Rabu (22/7).
Menurut Houthi, serangan dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta drone. Mereka mengklaim serangan tersebut memicu kebakaran di kedua kapal.
Pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Press Agency (SPA) mengonfirmasi bahwa kapal tanker Encelia menjadi sasaran serangan. Meski kapal mengalami kerusakan akibat kebakaran, seluruh awak dilaporkan berhasil selamat.
SPA menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum dan konvensi internasional yang menjamin keselamatan kapal komersial dan para awaknya. Namun, pihak Saudi belum memberikan keterangan terkait kondisi kapal tanker Layla.
Di waktu yang hampir bersamaan, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil yang menyebabkan kebakaran di atas kapal.
“Kapten sebuah kapal tanker melaporkan telah terkena proyektil tak dikenal yang mengakibatkan kebakaran di atas kapal yang saat ini sedang dipadamkan oleh awak kapal,” demikian pernyataan UKMTO.
Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyerang Bandara Sanaa pada 13 Juli lalu. Pemerintah Yaman menyatakan serangan tersebut bertujuan mencegah pesawat Iran mendarat karena dianggap melanggar kedaulatan negara.
Namun, Houthi menuduh Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Kelompok itu menyebut pesawat Iran yang dimaksud membawa para pejabat Houthi yang baru menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Jurnalis yang berbasis di Sanaa, Hussain Al Bukhaiti, mengatakan blokade laut yang dilakukan Houthi bertujuan menekan Riyadh agar mencabut embargo terhadap pelabuhan dan bandara yang berada di bawah kendali kelompok tersebut.
Insiden ini menambah daftar ketegangan di kawasan Laut Merah yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu jalur pelayaran paling rawan akibat konflik yang terus bereskalasi di Timur Tengah.
Sumber: CNN Indonesia
Penulis: Annisa Ainaya Salsabila










