Breaking News: AS dan Iran Kembali Bersiap Negosiasi Damai, Putaran Baru Dijadwalkan Kamis Ini

Ilustrasi Bendera AS-IRAN
Aruna9news.com – Harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terbuka setelah kedua negara dilaporkan akan melanjutkan putaran baru negosiasi damai pada Kamis, 16 April 2026.
Menurut laporan sejumlah media internasional yang mengutip pejabat AS, pembicaraan lanjutan ini bisa digelar paling cepat pada Kamis mendatang. Langkah ini menjadi sorotan dunia karena sebelumnya perundingan tahap pertama yang berlangsung pekan lalu belum berhasil menghasilkan kesepakatan final.
Seorang pejabat diplomatik menyebut Washington dan Teheran sama-sama membuka peluang untuk kembali duduk bersama demi meredakan konflik yang beberapa pekan terakhir memanas di kawasan Timur Tengah.
“Kedua pihak dapat menuju putaran kedua pembicaraan paling cepat hari Kamis,” demikian isi laporan yang dikutip dari sumber pejabat terkait.
Selain itu, Pakistan juga dikabarkan kembali menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan. Kota Islamabad disebut masih menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan, meski opsi lain seperti Geneva juga sempat muncul dalam pembahasan.
Sebelumnya, pembicaraan damai tahap awal telah dimulai pada pekan lalu di Islamabad. Namun, setelah berlangsung selama lebih dari 20 jam, negosiasi tersebut berakhir tanpa terobosan berarti. Situasi itu sempat memicu ketegangan baru, termasuk langkah blokade jalur pelabuhan Iran yang diumumkan pihak AS.
Meski demikian, gencatan senjata yang dimulai sejak Selasa pekan lalu masih tetap berlangsung. Masa gencatan ini direncanakan berjalan selama dua minggu, dengan kemungkinan diperpanjang apabila proses diplomasi menunjukkan perkembangan positif.
Kabar rencana negosiasi baru ini langsung memberikan sentimen positif terhadap pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan mulai melandai karena investor melihat adanya peluang deeskalasi konflik antara kedua negara.
Putaran negosiasi Kamis nanti diperkirakan menjadi momen penting yang akan menentukan apakah konflik AS-Iran benar-benar bergerak menuju perdamaian, atau justru kembali memanas apabila tidak tercapai kesepakatan.
Penulis : Aliya Lathifa Restu










