Dorong Tata Kelola Berkelanjutan, Peneliti Universitas Esa Unggul Kembangkan Model Green Procurement untuk Pemerintah Daerah

Last Updated: 18 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan tidak lagi menjadi isu global semata, tetapi telah menjadi kebutuhan strategis dalam tata kelola pemerintahan daerah. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Esa Unggul mengembangkan model Green Procurement yang dirancang untuk mendukung pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih ramah lingkungan, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.

Penelitian berjudul “Pengembangan Model Green Procurement untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan di Pemerintah Kabupaten Lombok Timur” ini dilaksanakan melalui skema Penelitian Terapan – Luaran Model yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya, S.E., M.Com., CPDP, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul. Penelitian ini turut melibatkan Dr. Yuyus Yudistria, S.E., M.E., ASCA dan Muhammad Yusuf sebagai anggota peneliti, serta mahasiswa Rindu Tambunan dan Andika Prasetya Hidayat sebagai bagian dari tim riset.

Riset ini merupakan kelanjutan dari penelitian fundamental yang sebelumnya mengembangkan konsep Green Management dan implementasi Green Campus. Berangkat dari temuan bahwa inovasi hijau, budaya organisasi, rantai pasok berkelanjutan, dan kesiapan teknologi menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan manajemen hijau, tim peneliti kemudian mengadaptasi pendekatan tersebut ke dalam konteks pemerintahan daerah.

Menurut Prof. Ahmad Hidayat Sutawidjaya, pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan karena melibatkan penggunaan anggaran publik dalam jumlah besar.

“Pengadaan tidak lagi hanya berbicara tentang harga termurah atau efisiensi anggaran. Saat ini pemerintah perlu mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari setiap keputusan pengadaan. Green Procurement menjadi instrumen penting untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Penelitian dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan pendekatan terapan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh dari 100 responden yang terdiri atas pegawai pemerintah, vendor, dan pakar pengadaan melalui survei, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), telaah dokumen kebijakan, serta analisis data pengadaan dari sistem LPSE dan SiRUP.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengadaan di daerah masih didominasi oleh orientasi efisiensi biaya. Namun demikian, kesadaran terhadap pentingnya aspek lingkungan mulai tumbuh di kalangan pemangku kepentingan. Tantangan utama yang ditemukan meliputi belum adanya regulasi khusus mengenai pengadaan hijau, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, serta minimnya integrasi indikator keberlanjutan dalam proses pengadaan.

Sebagai solusi, tim peneliti berhasil mengembangkan Model Integratif Green Procurement yang menghubungkan berbagai aspek penting mulai dari regulasi, kesiapan digital, keterlibatan pemasok, tata kelola data, hingga penguatan kapasitas organisasi. Model tersebut disusun menggunakan pendekatan Input–Process–Output–Outcome–Impact sehingga dapat diimplementasikan secara praktis oleh pemerintah daerah.

Selain menghasilkan model, penelitian ini juga menyusun Feasibility Study (FS) Green Procurement yang mengevaluasi kesiapan kelembagaan, aspek regulasi, sosial, ekonomi, teknis, dan lingkungan. Studi tersebut merekomendasikan sejumlah indikator hijau yang dapat diterapkan dalam dokumen pengadaan, seperti penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, pengurangan limbah, serta peningkatan keterlibatan UMKM lokal yang menghasilkan produk berkelanjutan.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., mengapresiasi kontribusi penelitian ini sebagai bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pemerintah. Penelitian yang dilakukan oleh tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul ini menunjukkan bagaimana riset dapat menjadi landasan bagi pengambilan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan,” ungkapnya.

Penelitian ini juga memperkuat posisi Universitas Esa Unggul sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menghasilkan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Sejalan dengan semangat Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, pengembangan model Green Procurement ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan tata kelola modern, transformasi digital, dan prinsip keberlanjutan.

Dalam jangka panjang, implementasi model Green Procurement diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan pemerintah, mengoptimalkan penggunaan anggaran publik, mengurangi dampak lingkungan, serta menjadi referensi bagi pemerintah daerah lainnya dalam membangun sistem pengadaan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment