Dosen Universitas Esa Unggul Kembangkan e-RaporSehatku, Inovasi Kesehatan Digital untuk Remaja di Kawasan Padat Jakarta

Last Updated: 15 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Transformasi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan belajar, tetapi juga membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University mengembangkan aplikasi e-RaporSehatku, sebuah inovasi kesehatan digital yang dirancang untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan remaja secara lebih praktis, edukatif, dan terintegrasi.

Inovasi ini menjadi bagian dari penelitian berjudul “Transformasi Kesehatan Digital: Studi Implementasi Aplikasi e-RaporSehatku pada Remaja di Slum Area Jakarta” yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul di kawasan Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Penelitian ini dipimpin oleh Laras Sito Ayu, S.Gz., M.K.M. sebagai Ketua Peneliti, dengan anggota tim peneliti Dr. Noni Agustina, M.Pd. dan Lintang Purwara Dewanti, S.Gz., M.Gizi. Penelitian juga melibatkan mahasiswa Universitas Esa Unggul, yaitu Fathurrohmah Isnadia Siwi, Agustina Wulansari, Joice Marta Dityana, Bella Farrah, dan Brigitta Erliza Febriyanti, yang berperan aktif dalam proses implementasi aplikasi, pengumpulan data, pendampingan responden, serta evaluasi penggunaan aplikasi di lapangan.

Pengembangan aplikasi e-RaporSehatku telah dimulai sejak tahun 2023 menggunakan metode Research and Development (R&D) Borg and Gall, yang mencakup tahapan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan prototipe, pengujian lapangan, revisi, hingga implementasi. Pada penelitian terbaru ini, tim melakukan main field testing untuk mengukur tingkat penerimaan pengguna dan efektivitas aplikasi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Sebanyak 20 remaja menjadi responden dalam penelitian ini, dengan mayoritas peserta berusia 13–15 tahun. Melalui aplikasi e-RaporSehatku, para remaja dapat melakukan pemantauan status gizi, pencatatan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), skrining kesehatan mental, serta mengakses berbagai materi edukasi kesehatan secara mandiri melalui perangkat digital.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang sangat baik. Sebanyak 95 persen responden menyatakan tampilan aplikasi mudah dipahami, sementara 98 persen menyebut aplikasi mudah digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa desain antarmuka aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna remaja yang menginginkan akses informasi kesehatan yang cepat, mudah, dan interaktif.

Dari sisi efektivitas fitur, aplikasi juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sebanyak 85 persen responden mampu menggunakan fitur pengukuran lingkar perut secara mandiri, sementara 80 persen berhasil melakukan pencatatan konsumsi Tablet Tambah Darah tanpa pendampingan. Pada fitur skrining kesehatan mental, 75 persen responden dapat mengoperasikan aplikasi secara mandiri dan memperoleh rekomendasi kesehatan yang sesuai dengan kondisi mereka.

Ketua Peneliti, Laras Sito Ayu, S.Gz., M.K.M., menjelaskan bahwa pengembangan e-RaporSehatku bertujuan untuk memperkuat literasi kesehatan remaja melalui pendekatan digital yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Remaja merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, pendekatan edukasi dan pemantauan kesehatan juga perlu bertransformasi agar lebih efektif. Melalui e-RaporSehatku, kami ingin menghadirkan platform yang tidak hanya membantu pemantauan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran kesehatan sejak usia remaja,” jelas Laras.

Meski demikian, penelitian juga menemukan beberapa aspek yang masih perlu disempurnakan, khususnya pada fitur navigasi dan sistem multiuser yang dinilai cukup kompleks bagi sebagian pengguna. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim peneliti untuk melakukan pengembangan lanjutan guna meningkatkan kenyamanan penggunaan aplikasi.

Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi kesehatan digital dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja di kawasan padat penduduk. Aplikasi e-RaporSehatku tidak hanya membantu pemantauan kondisi fisik dan kesehatan mental, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan berbasis teknologi yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset (research-based learning) yang diterapkan Universitas Esa Unggul. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mempelajari metodologi penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan, tetapi juga memahami kebutuhan nyata masyarakat dalam pemanfaatan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, hasil penelitian juga telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien dan Program Studi Ilmu Gizi Universitas Esa Unggul, khususnya pada mata kuliah metodologi penelitian berbasis Research and Development (R&D). Mahasiswa memperoleh pengalaman kontekstual mengenai pengembangan inovasi kesehatan digital sekaligus praktik implementasi di masyarakat.

Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

“Transformasi digital harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi seperti e-RaporSehatku menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dapat menghasilkan solusi yang relevan bagi kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan,” ujar Arief.

Sebagai bagian dari luaran penelitian, tim peneliti juga telah menghasilkan berbagai capaian akademik berupa publikasi ilmiah internasional yang saat ini sedang dalam proses submitted serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk produk penelitian yang dikembangkan.

Melalui pengembangan berkelanjutan, e-RaporSehatku diharapkan dapat menjadi model inovasi kesehatan digital yang mampu mendukung pemantauan kesehatan remaja Indonesia secara lebih luas, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan konvensional.

Inovasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University dalam mendorong riset yang berdampak, memperkuat transformasi digital, serta menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment