EMAS 2026 Jadi Episentrum Kolaborasi Manajemen Rumah Sakit, Universitas Esa Unggul Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Kesehatan

Last Updated: 23 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Transformasi sistem kesehatan nasional menuntut hadirnya pemimpin rumah sakit yang tidak hanya memahami teori manajemen, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Esa Unggul menggelar Esa Unggul MARS Scientific Seminar (EMAS) 2026 di Auditorium Rumah Sakit Tzu Chi Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Mengusung konsep sebagai episentrum kolaborasi antara regulator, akademisi, dan praktisi, EMAS 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan manajemen rumah sakit di tengah transformasi kesehatan nasional dan perkembangan teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Universitas Esa Unggul, Ir. Yudi Samyudia, Ph.D., yang mewakili pimpinan universitas. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan inovasi dan kepemimpinan yang mampu memperkuat sistem layanan kesehatan Indonesia.

“Rumah sakit saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat, mulai dari transformasi digital, integrasi kecerdasan buatan, hingga tuntutan pelayanan yang semakin kompleks. Karena itu, kolaborasi antara dunia akademik, regulator, dan praktisi menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Ir. Yudi Samyudia, Ph.D.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas berbagai isu strategis dalam pengelolaan rumah sakit. Dr. Budi Gunadi Sadikin membawakan materi mengenai posisi dan tantangan rumah sakit dalam era transformasi kesehatan nasional. Selanjutnya, San Emirza Harahap, B.A.Sc membahas transformasi manajemen rumah sakit serta tantangan implementasi kecerdasan buatan dalam self-diagnosis dan integrasi wearable devices.

Pembahasan mengenai pengembangan layanan neurologi berbasis strategi rumah sakit disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Rakhmad Hidayat, Sp.N., Subsp. NIOO(K)., MARS, sementara dr. Muhammad Andi Yassin, Sp.JP, Subsp.K(IK), FIHA mengulas strategi pengembangan pusat jantung terintegrasi melalui penguatan teknologi dan manajemen berbasis kompetensi. Pada sesi berikutnya, dr. Prasetyo Edi, Sp.BTKV., Subsp.VE(K), FIATCVS, S.H., M.H., MBA., MARS membahas aspek medikolegal dalam layanan rumah sakit berbasis teknologi yang semakin relevan dalam era digitalisasi kesehatan.

Selain seminar ilmiah, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti hospital tour untuk melihat secara langsung implementasi layanan dan pengelolaan rumah sakit modern, sehingga memperkuat keterhubungan antara wawasan akademik dan praktik lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Universitas Esa Unggul juga membuka booth informasi pendidikan yang memperkenalkan berbagai program unggulan, khususnya Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit, kepada para peserta yang berasal dari kalangan tenaga kesehatan, manajer rumah sakit, akademisi, dan mahasiswa.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa EMAS 2026 merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung penguatan ekosistem kesehatan nasional melalui pendidikan dan kolaborasi lintas sektor.

“Universitas Esa Unggul terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin rumah sakit yang tidak hanya memahami aspek manajerial, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kebijakan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat. Melalui EMAS 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang menghasilkan gagasan dan solusi nyata bagi masa depan layanan kesehatan Indonesia,” ungkap Dr. Arief.

Sebagai perguruan tinggi yang terus memperkuat jejaring industri dan internasionalisasi pendidikan, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University berkomitmen menghadirkan pendidikan kesehatan berstandar global yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri kesehatan masa depan. Melalui forum seperti EMAS 2026, Universitas Esa Unggul terus mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan kepemimpinan di bidang manajemen rumah sakit dan kesehatan di Indonesia.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment