
Sumber : Ustaz Felix Siauw
Aruna9news.com – Fenomena gaya bicara dengan suara mendayu-dayu kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah pendakwah Felix Siauw menyampaikan pandangannya terkait hal tersebut dalam perspektif Islam.
Menurut Felix Siauw, suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu atau dilembut-lembutkan secara berlebihan dinilai tidak dianjurkan karena dapat mengarah pada sikap menggoda. Ia menilai bahwa cara berbicara seperti itu bukanlah karakter alami manusia, melainkan sesuatu yang sengaja dibuat.
Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk berbicara secara wajar, tegas, dan tidak dibuat-buat demi menarik perhatian tertentu. Gaya bicara yang dinilai terlalu manja atau berlebihan dianggap dapat menimbulkan persepsi yang tidak baik, terutama di ruang publik.
Pernyataan tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian mendukung pandangan tersebut sebagai bentuk pengingat untuk menjaga adab dalam berbicara, sementara sebagian lainnya menilai bahwa intonasi suara seseorang juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan maupun karakter personal.
Fenomena ini kembali membuka diskusi mengenai batas antara ekspresi diri dan norma sosial maupun agama di era digital. Terlebih, gaya bicara unik saat ini sering menjadi tren di media sosial dan dianggap sebagai bagian dari persona seseorang.
Meski menuai pro dan kontra, banyak pihak sepakat bahwa cara berkomunikasi tetap perlu memperhatikan situasi, etika, dan dampaknya terhadap orang lain. Dalam ajaran Islam sendiri, adab berbicara memang menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : Ustaz Felix Siauw
Penulis : Aliya Lathifa Restu