Harga Pertamax Disesuaikan, DPR Pastikan Pemerintah Tetap Lindungi Masyarakat

Image: Pertamina
Aruna9news.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, menilai kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter masih tergolong lebih rendah dibandingkan harga BBM di banyak negara. Menurutnya, pemerintah tetap menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat meski harus menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.
Andre mengapresiasi keputusan pemerintah yang mempertahankan harga Pertalite di tengah gejolak harga minyak dunia akibat konflik yang kembali memanas di Timur Tengah. Ia menyebut langkah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga masyarakat dari dampak kenaikan harga energi global.
Terkait kenaikan Pertamax, Andre menegaskan bahwa produk tersebut merupakan BBM nonsubsidi sehingga penyesuaian harga mengikuti kondisi pasar dan harga minyak dunia. Meski demikian, ia menilai harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan sejumlah negara lain yang harga BBM-nya bisa mencapai lebih dari Rp20 ribu per liter.
Ia juga meyakini kenaikan harga Pertamax tidak akan memicu lonjakan inflasi maupun kenaikan harga bahan pokok. Menurutnya, pemerintah telah memperhitungkan berbagai dampak sebelum mengambil keputusan tersebut dan memiliki langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian, sesuai regulasi yang berlaku.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










