Komisi X DPR Soroti Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, Mendikdasmen Akan Dipanggil

Image: Lalu Hadrian Irfani
Aruna9news.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di tempat penitipan anak Daycare Little Aresha, Yogyakarta. Ia menegaskan Komisi X DPR akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk membahas persoalan tersebut.
Lalu menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman. Ia meminta agar standar pendidikan serta pengasuhan di daycare diperketat dan pengawasan dilakukan secara lebih ketat.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Ia menegaskan bahwa tempat penitipan anak seharusnya menjadi ruang perlindungan, bukan justru menjadi lokasi terjadinya tindakan yang tidak manusiawi.
Komisi X DPR juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan daycare di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Lalu menyebut kasus Daycare Little Aresha harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan dan perlindungan anak secara nasional. Negara, menurutnya, harus hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal.
Sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan di Daycare Little Aresha pada Jumat (24/4). Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan sejumlah anak dalam kondisi terikat. Mayoritas korban diketahui masih berusia di bawah dua tahun.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 30 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pimpinan yayasan hingga para pengasuh daycare, Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik kasus kekerasan tersebut. Hingga kini, tercatat sudah ada 53 anak yang menjadi korban dalam kasus tersebut.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










