Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Guna Hindari ‘Learning Loss’ dan Beralih Lagi ke “Pembelajaran Tetap Tatap Muka”

Aruna9News.com, Pemerintah secara resmi membatalkan rencana penerapan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring yang sebelumnya diwacanakan mulai April 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan dampak terhadap kualitas pendidikan, khususnya untuk menghindari risiko learning loss di kalangan siswa.
Sebelumnya, kebijakan sekolah daring sempat dikaji sebagai salah satu strategi penghematan energi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Namun, pemerintah menilai bahwa efektivitas pembelajaran tatap muka masih jauh lebih baik dibandingkan sistem daring, terutama dalam mendukung pemahaman materi serta perkembangan sosial peserta didik.
Pengalaman selama masa pandemi COVID-19 juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan ini. Pembelajaran jarak jauh dinilai masih memiliki sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses internet, kurangnya perangkat pendukung, hingga kesenjangan kualitas pembelajaran antarwilayah. Hal ini berpotensi memperlebar ketimpangan pendidikan di Indonesia.
Pemerintah menegaskan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi faktor krusial yang sulit tergantikan oleh sistem pembelajaran online. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta untuk tetap melaksanakan KBM secara tatap muka dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah.
Ke depan, pemerintah akan terus mencari alternatif kebijakan efisiensi energi yang tidak berdampak pada sektor pendidikan. Pembatalan rencana ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, sekaligus menjaga kualitas pembelajaran di Indonesia tetap optimal.
Sumber: paudpedia.kemendikdasmen
Penulis: Annisa Ainaya Salsabila










