PENEMUAN SPEKTAKULER: BATU GIOK RAKSASA 5.000 TON DI NAGAN RAYA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID GIOK
NAGAN RAYA, ACEH – Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), melakukan peninjauan langsung ke lokasi penemuan batu giok raksasa yang menghebohkan di kawasan hutan Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Batu giok dengan berat mencapai hampir 5.000 ton ini diperkirakan memiliki nilai ekonomis fantastis hingga triliunan rupiah.
Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pada akhir pekan lalu, Bupati TRK menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengelola aset berharga ini demi kemaslahatan umat. “Ini adalah karunia Allah SWT yang luar biasa untuk rakyat Nagan Raya. Kami akan mengelola penemuan ini dengan penuh amanah dan transparansi untuk kepentingan umat, khususnya pembangunan Masjid Giok Nagan Raya,” ujar TRK di lokasi penemuan.
Awal Mula Penemuan
Penemuan batu giok raksasa ini berawal dari laporan sejumlah warga yang sedang beraktivitas di hutan Kecamatan Beutong. Mereka menemukan bongkahan batu berwarna hijau mengkilap dengan ukuran yang sangat besar tertimbun di dalam tanah dan bebatuan.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya langsung bergerak cepat dengan menerjunkan tim gabungan untuk melakukan verifikasi dan identifikasi. Hasil pemeriksaan awal oleh ahli geologi mengonfirmasi bahwa batu tersebut adalah giok berkualitas tinggi dengan bobot yang mencapai hampir 5.000 ton, menjadikannya salah satu penemuan batu giok terbesar di dunia.
Pengamanan Ketat Lokasi
Mengantisipasi potensi penjarahan dan konflik sosial, pemerintah daerah segera mengamankan lokasi penemuan dengan penjagaan ketat selama 24 jam. Personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP ditempatkan di sekitar area untuk memastikan keamanan aset berharga ini.
“Kami sadari bahwa penemuan ini akan menarik banyak perhatian, termasuk pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengamanan ketat mutlak diperlukan untuk mencegah penjarahan dan menjaga agar tidak terjadi konflik di masyarakat,” jelas Bupati TRK.
Akses menuju lokasi juga telah ditutup sementara dan hanya petugas berwenang serta tim peneliti yang diizinkan memasuki kawasan tersebut.
Rencana Pembangunan Masjid Giok
Dalam pernyataannya, Bupati Teuku Raja Keumangan mengungkapkan rencana ambisius untuk memanfaatkan batu giok raksasa ini sebagai material utama pembangunan Masjid Giok Nagan Raya, yang akan menjadi landmark religius dan wisata spiritual di Aceh.
“Kami memiliki visi untuk membangun masjid megah yang sebagian besar materialnya menggunakan giok dari penemuan ini. Masjid Giok Nagan Raya nantinya tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kebesaran Allah dan keberkahan yang diberikan kepada tanah Aceh,” papar TRK dengan penuh semangat.
Rencana pembangunan Masjid Giok ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata religi yang menarik pengunjung dari dalam dan luar negeri, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Nagan Raya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Nilai Ekonomis Triliunan Rupiah

Para ahli memperkirakan batu giok dengan bobot hampir 5.000 ton dan kualitas premium ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, bisa mencapai triliunan rupiah di pasaran internasional. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa prioritas utama adalah pemanfaatan untuk kepentingan umat dan pembangunan daerah.
“Kami tidak akan gegabah menjual aset ini hanya untuk keuntungan sesaat. Pengelolaan akan dilakukan dengan prinsip kebermanfaatan jangka panjang. Selain untuk pembangunan Masjid Giok, sebagian mungkin akan dikelola untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Nagan Raya,” tambah Bupati.
Proses Evakuasi dan Tahapan Selanjutnya
Tim teknis sedang menyusun rencana evakuasi batu giok raksasa dari lokasi penemuan. Mengingat bobotnya yang mencapai ribuan ton, proses ini memerlukan perencanaan matang, peralatan berat khusus, dan pembangunan infrastruktur akses yang memadai.
“Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk ahli tambang, kontraktor, dan akademisi untuk merumuskan metode evakuasi yang aman dan efisien. Prosesnya mungkin memakan waktu beberapa bulan mengingat kompleksitas teknis dan geografis lokasi,” ungkap Kepala Dinas ESDM Nagan Raya.
Pemerintah daerah juga berencana melibatkan lembaga penelitian dan universitas terkemuka untuk melakukan kajian komprehensif mengenai karakteristik geologi kawasan tersebut, mengingat kemungkinan masih ada potensi mineral berharga lainnya di sekitar lokasi.
Antusiasme dan Harapan Masyarakat
Masyarakat Nagan Raya menyambut gembira penemuan ini dengan doa dan harapan agar dapat dikelola dengan amanah. Berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Masjid Giok.
“Ini adalah berkah yang luar biasa untuk Nagan Raya. Kami berharap Masjid Giok nantinya bisa menjadi kebanggaan tidak hanya Aceh, tetapi seluruh Indonesia dan dunia Islam,” ujar Tgk. Syamsuddin, salah satu tokoh ulama di Nagan Raya.
Penemuan batu giok raksasa seberat hampir 5.000 ton ini tidak hanya menjadi fenomena geologi yang menakjubkan, tetapi juga membuka peluang besar bagi kemajuan Nagan Raya di berbagai sektor, terutama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen untuk terus memberikan informasi perkembangan terkini kepada masyarakat dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset berharga ini.
Sumber : www.naganrayakab.go.id
berita selengkap nya anda bisa akses melalui :aruna9news.com










