Prabowo Sebut Gaji Guru Sulit Naik karena Anggaran Tidak Ada, Soroti Kebocoran Uang Negara

Foto : PRABOWO
Aruna9news.com – Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai alasan gaji guru dan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai belum bisa meningkat secara signifikan. Dalam sebuah acara di Jawa Timur, Prabowo menyebut bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah keterbatasan anggaran negara akibat kebocoran penerimaan yang masih terjadi selama bertahun-tahun.
Saat memberikan sambutan dalam Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Prabowo mengatakan bahwa selama ini negara kehilangan potensi penerimaan dalam jumlah yang sangat besar. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru maupun pegawai negeri.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa pertanyaan mengenai mengapa gaji guru dan ASN belum bisa lebih baik berkaitan dengan kondisi keuangan negara yang belum optimal. Ia menyinggung adanya kebocoran anggaran yang menurut perhitungan sejumlah ahli mencapai sekitar Rp2.500 triliun per tahun.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial. Sebagian masyarakat menilai pernyataan itu sebagai bentuk keterbukaan pemerintah mengenai kondisi fiskal negara, sementara sebagian lainnya berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini dianggap memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Isu kesejahteraan guru sendiri telah lama menjadi perhatian publik. Banyak kalangan menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidik. Guru dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi masa depan sehingga dukungan terhadap profesi tersebut menjadi salah satu investasi penting bagi bangsa.
Sebelumnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo juga telah mengumumkan sejumlah kebijakan terkait kesejahteraan guru, termasuk peningkatan tunjangan bagi kelompok guru tertentu. Namun, berbagai pihak masih berharap adanya peningkatan yang lebih luas dan merata di masa mendatang.
Prabowo menegaskan bahwa upaya memperbaiki kondisi keuangan negara dan menekan kebocoran anggaran menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan agar ruang fiskal pemerintah semakin besar. Dengan demikian, anggaran untuk sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya pengelolaan anggaran negara yang efektif serta perlunya reformasi birokrasi agar dana publik dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, termasuk bagi jutaan guru di seluruh Indonesia.
Sumber : IDX Channel
Penulis : Aliya Lathifa Restu










