Republika dan Kemenlu Terus Koordinasi Usai Dugaan Intersepsi Israel terhadap Armada Global Sumud Flotilla

Image : Global Sumud Flotilla

Aruna9news.com – Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyusul dugaan intersepsi militer Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang membawa relawan dan jurnalis menuju Gaza.

Hingga Senin (18/5/2026), komunikasi dengan sejumlah peserta misi disebut masih berlangsung melalui berbagai jalur. Stevy menjelaskan bahwa Republika dan Kemenlu saling bertukar informasi secara intensif untuk memantau perkembangan situasi para relawan dan jurnalis Indonesia yang berada di armada tersebut.

“Pasti kita udah koordinasi sama Kemenlu. Sampai saat ini kita masih koordinasi tektokan sama Kemenlu,” ujar Stevy saat dihubungi IDN Times.

Menurut Stevy, Kemenlu RI juga telah menghubungi tim-tim yang berada di lapangan, meski tidak merinci lokasi maupun identitas pihak yang terlibat dalam pemantauan tersebut. Selain komunikasi dengan pemerintah Indonesia, Republika juga membuka jalur komunikasi dengan sejumlah pihak di negara-negara sekitar lokasi dugaan intersepsi.

Negara-negara seperti Yunani, Siprus, Yordania, dan Mesir disebut menjadi titik penting untuk memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan. Langkah itu dilakukan karena wilayah perairan tempat armada dicegat berada dekat dengan jalur internasional di kawasan Mediterania Timur.

“Selain kita kontak-kontak sama Kemenlu, kita juga buka komunikasi sama di negara-negara yang terdekat. Kabarnya di lapangan ini seperti apa,” kata Stevy.

Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Dalam operasi tersebut, sekitar 100 aktivis dikabarkan ditangkap, termasuk jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang berada di kapal Boralize.

Selain Bambang, jurnalis Republika lainnya, Thoudy Badai Rifan Billah, juga diketahui ikut dalam misi pelayaran kemanusiaan tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kondisi seluruh peserta misi setelah dugaan intersepsi terjadi.

Misi Global Sumud Flotilla sendiri diketahui membawa bantuan kemanusiaan dan solidaritas internasional bagi warga Gaza di tengah situasi konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut. Insiden pencegatan ini kembali memicu perhatian dunia internasional terhadap keamanan misi kemanusiaan di perairan internasional serta kondisi kemanusiaan di Gaza.

Leave A Comment