Review 402 Rumah Sakit Angker Korea: Adaptasi Gonjiam yang Tampil Berbeda

Aruna9news.com, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea hadir sebagai adaptasi resmi dari film horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Disutradarai oleh Anggy Umbara dan ditulis Lele Laila, film ini mencoba menghadirkan nuansa baru dengan sentuhan khas Indonesia tanpa meninggalkan konsep utama dari versi aslinya.

Dari sisi produksi, film ini mendapat apresiasi berkat desain lokasi yang dibuat menyerupai rumah sakit terbengkalai dengan atmosfer mencekam. Sinematografi yang terang dan penggunaan efek visual juga dinilai mampu mendukung pengalaman menonton, berbeda dari sebagian film horor lokal yang identik dengan pencahayaan minim.

Selain itu, penggunaan musik latar dinilai lebih efektif karena hanya muncul pada momen-momen penting sehingga tidak mengurangi ketegangan yang dibangun sepanjang cerita.

Film ini juga mempertahankan sejumlah elemen penting dari Gonjiam: Haunted Asylum, termasuk konsep eksplorasi rumah sakit angker bergaya found footage. Pendekatan tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap film asli yang menjadi inspirasi adaptasi ini.

Meski demikian, sejumlah penonton dan pengamat menilai penambahan unsur cerita khas Indonesia membuat alur terasa berbeda dari versi Korea. Beberapa pengembangan cerita, termasuk tambahan konflik dan unsur thriller, dinilai memberikan warna baru, tetapi di sisi lain dianggap mengurangi nuansa misteri yang menjadi kekuatan utama film aslinya.

Pengembangan cerita mengenai latar belakang rumah sakit serta penambahan beberapa adegan baru juga memunculkan beragam respons. Sebagian penonton menganggap perubahan tersebut membuat cerita lebih mudah dipahami, sementara lainnya merasa misteri yang menjadi ciri khas Gonjiam menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, 402 Rumah Sakit Angker Korea dinilai mampu menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton Indonesia. Film ini juga menjadi alternatif bagi penonton yang belum sempat menyaksikan Gonjiam: Haunted Asylum, sekaligus memperkenalkan kembali kisah horor legendaris tersebut melalui adaptasi lokal.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment