Teknologi IVL Hadir di Indonesia, Solusi Baru Atasi Penyumbatan Jantung Berkalsium

Image: Ilustrasi Penyakit Koroner
Aruna9news.com – Siloam Hospitals memperkenalkan teknologi terbaru untuk menangani Penyakit Jantung Koroner, yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung bila aliran darah terganggu.
Salah satu inovasi yang kini mulai digunakan adalah Intravascular Lithotripsy (IVL), metode untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah akibat endapan kalsium atau plak berkapur yang keras. Teknologi ini dikembangkan dari metode extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL), yang sebelumnya digunakan untuk memecahkan batu ginjal dengan gelombang kejut tanpa operasi besar. Bedanya, IVL dilakukan dari dalam pembuluh darah menggunakan kateter.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr dr Sunanto, SpJP(K) menjelaskan bahwa teknologi IVL sebenarnya sudah hadir sekitar lima tahun terakhir di dunia medis, namun baru mulai digunakan di Indonesia dalam setahun belakangan.
Menurutnya, prosedur IVL umumnya diberikan pada pasien yang membutuhkan pemasangan stent atau ring jantung, terutama jika ditemukan plak yang sudah mengalami kalsifikasi berat. Pada kasus penyumbatan biasa tanpa kapur, dokter biasanya cukup menggunakan balon atau menyedot bekuan darah sebelum pemasangan stent dilakukan.
Dr Sunanto menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner pada dasarnya merupakan kondisi penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak lemak dan kolesterol. Kondisi ini diibaratkan seperti pipa air yang dindingnya dipenuhi kerak sehingga menghambat aliran.
Bahaya muncul ketika plak tersebut pecah di dalam pembuluh darah. Pecahnya plak dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang langsung menyumbat aliran darah dan menyebabkan serangan jantung secara mendadak.
Meski berbahaya, proses terbentuknya penyakit jantung koroner sebenarnya berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, pemeriksaan atau skrining jantung sangat penting dilakukan lebih awal. Dr Sunanto menyebut pemeriksaan treadmill dapat digunakan, namun CT scan jantung dan calcium score dinilai lebih akurat untuk mendeteksi kondisi pembuluh darah koroner.
Sebagai bentuk kesiapan penanganan darurat jantung, Siloam Hospitals Lippo Village kini berstatus Chest Pain Ready Hospital (CPRH). Rumah sakit ini memiliki sistem penanganan cepat dan terintegrasi mulai dari IGD, pemeriksaan EKG kurang dari 10 menit, hingga kesiapan Cath Lab dan tim jantung multidisiplin selama 24 jam.
Melalui prinsip “time is muscle”, penanganan cepat menjadi kunci untuk menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan peluang hidup pasien. Masyarakat yang mengalami gejala nyeri dada disarankan segera mencari bantuan medis agar penanganan dapat dilakukan tanpa penundaan.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










