TNI dan Polri Bentuk Tim Pemburu Begal, Patroli Gabungan Diperkuat di Jakarta

Ilustrasi begal

Aruna9news.com – Aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam memberantas aksi begal dan kriminalitas jalanan yang belakangan meresahkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan melalui patroli gabungan dan pembentukan Tim Pemburu Begal yang beroperasi selama 24 jam penuh di sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pihak Kodam Jaya mengerahkan personel mulai dari Koramil, Kodim, hingga satuan batalyon tempur untuk membantu patroli bersama kepolisian. Kehadiran aparat gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak menjelaskan bahwa keterlibatan TNI bertujuan mendukung pengamanan wilayah dan membantu operasi yang dijalankan Tim Pemburu Begal milik Polda Metro Jaya. Sementara proses penegakan hukum tetap berada di bawah kewenangan kepolisian.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 173 tersangka kasus kejahatan jalanan berhasil diamankan sejak operasi pemburu begal digencarkan pada awal Mei 2026. Polisi juga menyita berbagai barang bukti seperti senjata tajam, senjata api ilegal, kendaraan hasil curian, hingga alat pembobol motor.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyebut patroli intensif dilakukan untuk menekan angka kriminalitas yang beberapa waktu terakhir meningkat dan menimbulkan keresahan publik. Beberapa pelaku bahkan disebut melakukan aksi dengan kekerasan dan senjata api.

Langkah gabungan TNI dan Polri ini muncul setelah sejumlah kasus begal viral terjadi di berbagai daerah, termasuk kasus penembakan terhadap anggota polisi di Lampung yang memicu perhatian nasional terkait keamanan jalanan.

Di sisi lain, pelibatan personel TNI dalam operasi pemburu begal juga memunculkan perdebatan publik. Sejumlah pengamat militer menilai keterlibatan militer dalam penanganan kriminalitas sipil perlu memperhatikan aturan tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi.

Meski begitu, banyak masyarakat mendukung operasi gabungan tersebut karena dianggap mampu meningkatkan rasa aman di tengah maraknya aksi kejahatan jalanan. Di media sosial, keberadaan Tim Pemburu Begal ramai diperbincangkan dan mendapat respons beragam dari publik.

Sumber : mediakompeten
Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment