Trek Subashiri Jadi Jalur Favorit Pendaki Gunung Fuji, Tawarkan Panorama Sunrise dan Jalur Lebih Tenang

Aruna9News.com, Pembangunan MRT fase 2 merupakan lanjutan pengembangan sistem transportasi massal di Jakarta setelah keberhasilan MRT fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Proyek ini bertujuan memperluas jaringan MRT menuju kawasan Kota sehingga konektivitas transportasi publik di ibu kota menjadi lebih terintegrasi dan efisien.

Rute MRT fase 2 akan memperpanjang jalur dari Bundaran HI menuju Stasiun Kota dengan panjang sekitar 8,3 kilometer. Jalur ini melewati sejumlah kawasan strategis di pusat Jakarta dan terhubung dengan moda transportasi lain seperti KRL serta TransJakarta. Beberapa stasiun yang termasuk dalam pengembangan fase 2 antara lain Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Tanah Abang, hingga Kota.

Pembangunan MRT fase 2A dibagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan enam stasiun bawah tanah yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, dan Glodok, serta satu stasiun di kawasan Kota. Proyek ini dikerjakan melalui beberapa paket konstruksi seperti CP201, CP202+CP205A, dan CP203+CP205B yang meliputi pembangunan terowongan, stasiun, rel, hingga sistem perkeretaapian.

Sementara itu, fase 2B akan melanjutkan jalur dari Kota menuju kawasan Ancol melalui Mangga Dua dan Gunung Sahari hingga Depo Ancol Barat sepanjang sekitar 5,2 kilometer. Saat ini fase 2B masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study.

Selain pembangunan jalur dan stasiun, proyek MRT fase 2 juga mencakup penataan kawasan perkotaan di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Penataan ini meliputi pelebaran trotoar, pembangunan jalur sepeda, penyediaan rak sepeda di stasiun, area drop-off kendaraan, serta integrasi halte TransJakarta dengan stasiun MRT. Beberapa gedung di sekitar koridor MRT juga akan terhubung langsung dengan stasiun untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna.

Dari sisi konsep, seluruh stasiun MRT fase 2A dibangun di bawah tanah dan mengusung konsep transit-oriented development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan pembangunan transportasi dengan kawasan perkotaan sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih praktis. Setiap stasiun akan dilengkapi fasilitas modern seperti lift, eskalator, area retail, dan parkir sepeda guna menunjang kenyamanan penumpang.

Untuk jadwal penyelesaian, segmen pertama fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Harmoni ditargetkan selesai pada tahun 2027. Sedangkan segmen kedua dari Harmoni menuju Kota direncanakan rampung pada tahun 2029. Jika proyek berjalan sesuai target, MRT fase 2 diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas warga, dan menjadikan Jakarta sebagai kota dengan sistem transportasi publik yang semakin modern dan terintegrasi.

Sumber: traveloka.com

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment