Universitas Esa Unggul dan PLN Enjiniring Perkuat Link and Match melalui Program Engineer Mengajar

Last Updated: 22 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Transformasi industri energi yang semakin kompleks menuntut hadirnya talenta teknik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University bekerja sama dengan PLN Enjiniring menghadirkan program “Sharing Industri: Engineer Mengajar bersama PLN Enjiniring” di Kemala Ballroom Universitas Esa Unggul.

Kegiatan ini menghadirkan para praktisi senior PLN Enjiniring yang berbagi pengalaman langsung mengenai dinamika industri ketenagalistrikan, pengelolaan proyek strategis, pengembangan sumber daya manusia, hingga kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi era transformasi digital dan transisi energi.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital PLN Enjiniring, Martono, menegaskan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memiliki kemampuan kolaborasi dan problem solving yang kuat.

“Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta siap menghadapi tantangan nyata di lapangan. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di kampus,” ujarnya.

Salah satu sesi utama disampaikan oleh Christine Fransiska, Vice President Manajemen Kontrak dan Pengadaan PLN Enjiniring. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya tata kelola kontrak dan pengadaan dalam keberhasilan proyek-proyek infrastruktur dan energi berskala besar.

Menurut Christine, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kemampuan mengelola risiko, memastikan kepatuhan regulasi, serta membangun koordinasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan.

Christine Fransiska, Vice President Manajemen Kontrak dan Pengadaan PLN Enjiniring

Sementara itu, Muhammad Bayu Abdul Gani, Technician Engineering Lingkungan PLN Enjiniring, membahas peran aspek lingkungan dalam pengembangan proyek energi modern. Ia menjelaskan bagaimana isu keberlanjutan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pengelolaan dampak lingkungan, serta tantangan yang dihadapi para engineer dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan.

Muhammad Bayu Abdul Gani, Technician Engineering Lingkungan PLN Enjiniring

Perspektif lain disampaikan oleh Aldy Rahadian, Assistant Manager Pelayanan Human Capital PLN Enjiniring. Dalam sesinya, Aldy mengulas berbagai kompetensi yang saat ini menjadi perhatian utama perusahaan dalam proses rekrutmen dan pengembangan talenta.

Ia menekankan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, adaptabilitas, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.

“Di era saat ini, perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan IPK yang baik, tetapi juga individu yang memiliki growth mindset, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan untuk berkembang bersama organisasi,” jelas Aldy.

Aldy Rahadian, Assistant Manager Pelayanan Human Capital PLN Enjiniring

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul. Berbagai pertanyaan terkait peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan industri energi, hingga tantangan profesi engineer di masa depan menjadi topik yang banyak dibahas selama sesi berlangsung.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Esa Unggul, Dr. Mury Kuswari, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Universitas Esa Unggul dan PLN Enjiniring dalam menghadirkan pengalaman belajar berbasis industri bagi mahasiswa.

“Melalui kegiatan Engineer Mengajar, mahasiswa memperoleh kesempatan berharga untuk belajar langsung dari para profesional yang terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” ungkapnya.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan bagian dari strategi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University dalam menghadirkan pendidikan berstandar global yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Kami percaya bahwa pembelajaran terbaik lahir dari kombinasi antara keunggulan akademik dan pengalaman praktis industri. Karena itu, Universitas Esa Unggul terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis agar mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas, kompetensi yang lebih kuat, dan kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat nasional maupun global,” ujar Dr. Arief.

Melalui program Engineer Mengajar ini, Universitas Esa Unggul kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara kampus dan industri, sekaligus mempersiapkan generasi engineer masa depan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan teknologi global.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment