Universitas Esa Unggul Gelar International Student Olympiad and Cultural Festival 2026, Perkuat Kompetensi Global di Era AI
Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar global melalui penyelenggaraan International Student Olympiad and Cultural Festival (ISOC) 2026 yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Kampus Jakarta. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar, mahasiswa, akademisi, serta peserta dari berbagai negara dalam sebuah ajang yang menggabungkan kompetisi akademik, seminar internasional, pertukaran budaya, dan pengembangan keterampilan komunikasi global.
Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pemutaran video profil Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, serta sambutan dari Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi dan Kerja Sama Internasional, Ir. Yudi Samyudia, Ph.D.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ISOC 2026 merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital dan kecerdasan buatan.
“Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi lintas budaya, serta memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki generasi masa depan. Melalui ISOC 2026, Universitas Esa Unggul menghadirkan ruang belajar global yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman,” ujar Yudi.
Mengangkat tema besar mengenai kecerdasan buatan dan masa depan pendidikan, hari pertama menghadirkan seminar internasional oleh Tan Chor Meng dengan topik “Human Capability in the Age of AI: Redesigning Learning, Creativity and Assessment for the Future.” Seminar tersebut membahas bagaimana dunia pendidikan perlu beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence tanpa menghilangkan aspek kreativitas dan kemampuan manusia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Grand Final English Storytelling Competition yang diikuti oleh 15 finalis terbaik. Kompetisi ini menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, public speaking, kreativitas, dan storytelling di hadapan dewan juri internasional.
Selain kompetisi akademik, peserta juga disuguhkan berbagai penampilan budaya internasional, termasuk pertunjukan budaya Bali, Timor Leste, dan negara-negara mitra lainnya yang memperkaya pengalaman lintas budaya selama kegiatan berlangsung.
Pada sesi berikutnya, Ir. Tinuk Andriyanti Asianto, S.T., M.Kom., dosen Universitas Esa Unggul, membawakan seminar bertajuk “Leading with Heart in the Age of AI: Will We Stay Human?” yang mengajak peserta untuk melihat pentingnya kepemimpinan berbasis empati dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Hari kedua kegiatan menghadirkan seminar internasional oleh Oscar Viquez Valverde dengan topik “Beyond the Algorithm: Bringing Emotion into AI-Assisted Language Learning.” Sesi ini membahas bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa tanpa menghilangkan aspek emosional dan interaksi manusia.
Salah satu agenda utama pada hari kedua adalah English Public Speaking Grand Final yang mempertemukan 15 finalis terbaik dari berbagai institusi pendidikan. Para peserta dinilai berdasarkan kemampuan berbicara, argumentasi, penguasaan materi, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif kepada audiens global.
Selain itu, peserta juga mengikuti workshop interaktif bersama Yuta Otake, M.A. dan Widodo, M.A. bertajuk “Unfiltered: Expressing What You Actually Feel,” yang membahas keterampilan komunikasi autentik dan ekspresi diri dalam lingkungan global yang semakin terhubung.
Nuansa internasional semakin terasa melalui berbagai penampilan budaya dari Timor Leste, Uzbekistan, Ekuador, Filipina, serta partisipasi mahasiswa internasional Universitas Esa Unggul dalam Cultural Expo, Culinary Festival, dan International Fashion Show. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran budaya yang memperkenalkan keberagaman tradisi, kuliner, dan identitas nasional masing-masing negara kepada seluruh peserta.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang berbagai kompetisi yang diselenggarakan selama ISOC 2026, sebelum ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Esa Unggul, Dr. Mury Kuswari, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, Mury menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Esa Unggul dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berwawasan global.
“ISOC bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai budaya, gagasan, dan perspektif global. Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan peserta sekaligus membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun profesional di masa depan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan International Student Olympiad and Cultural Festival 2026, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan, pengembangan kompetensi global, serta kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung dan berbasis teknologi.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 10 Fakultas
- 42 Program Studi, terdiri dari:
- 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 5 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com














