Universitas Esa Unggul Perkuat Kompetensi Guru melalui PkM Internasional Pembelajaran Lintas Budaya Bersama Mitra Uzbekistan

Last Updated: 27 Juli 2026By

Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan berwawasan global melalui penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk Strengthening Junior High School Teachers’ Capacity in Cross-Cultural Education for the Global Generation: Indonesian and Uzbek Perspectives di SMP Negeri 2 Panongan, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Esa Unggul dalam memperkuat kapasitas guru menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 melalui pengembangan pembelajaran lintas budaya yang relevan dengan karakter generasi global. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Esa Unggul, Universitas Mathla’ul Anwar Banten, SMP Negeri 2 Panongan, serta Kattakurgan State Pedagogical Institute, Uzbekistan sebagai mitra internasional.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan penguatan kompetensi dalam mengintegrasikan perspektif budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang terbuka terhadap keberagaman, toleran, serta memiliki wawasan global.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Hardianti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran lintas budaya merupakan salah satu pendekatan yang sangat relevan dengan arah transformasi pendidikan di Indonesia.

“Pembelajaran lintas budaya memiliki keterkaitan erat dengan arah pendidikan nasional, terutama dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada dimensi berkebinekaan global. Melalui pembelajaran yang mengangkat keberagaman budaya, siswa diharapkan mampu mengenal dan menghargai budaya sendiri, terbuka terhadap budaya lain, serta membangun sikap saling menghormati dalam kehidupan yang beragam. Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan nyata siswa,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai perspektif budaya dari Indonesia maupun Uzbekistan. Tim Universitas Esa Unggul menghadirkan contoh budaya dari Makassar, Tangerang, dan Bali, sementara Universitas Mathla’ul Anwar Banten memperkenalkan kekayaan budaya Banten. Dari Uzbekistan, para peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai sosial, budaya keluarga, penghormatan kepada orang tua, sistem pendidikan, hingga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Tidak hanya berupa seminar, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk workshop interaktif. Para guru didampingi untuk menyusun rancangan pembelajaran lintas budaya sesuai dengan mata pelajaran masing-masing melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif. Mereka merancang aktivitas pembelajaran dengan memanfaatkan budaya sebagai sumber belajar, mulai dari penyusunan worksheet, diskusi kelas, proyek kolaboratif, refleksi, hingga presentasi siswa.

Hardianti menambahkan bahwa pembelajaran lintas budaya dapat diterapkan pada seluruh mata pelajaran, tidak terbatas pada Bahasa Indonesia atau Ilmu Pengetahuan Sosial.

“Budaya dapat menjadi konteks pembelajaran dalam IPA, Matematika, Pendidikan Agama, PPKn, Seni Budaya, hingga Bimbingan Konseling. Guru dapat menggunakannya sebagai contoh, media diskusi, bahan refleksi, maupun proyek pembelajaran yang membuat materi menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik,” ujarnya.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, S.T., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan merupakan bagian dari strategi universitas dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Universitas Esa Unggul terus mendorong kolaborasi internasional yang tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi sekolah dan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, kami berharap guru memiliki kapasitas yang semakin kuat dalam membangun pembelajaran yang inklusif, kontekstual, serta mampu mempersiapkan generasi muda Indonesia menjadi warga dunia yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Rektor.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat implementasi internasionalisasi tridarma perguruan tinggi yang menjadi salah satu fokus pengembangan Universitas Esa Unggul. Sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan mitra internasional diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika global sekaligus memperkuat karakter kebangsaan peserta didik.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini, Universitas Esa Unggul kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia melalui kolaborasi global, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kompetensi pendidik yang berdampak bagi masyarakat.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 11 Fakultas
  • 44 Program Studi, terdiri dari:
    • 25 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 6 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

For further information, please visit esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment