Elon Musk Sebut Teknologi Neuralink Setara “Keajaiban Yesus”

Aruna9news.com, Jakarta – Pendiri Neuralink, Elon Musk, kembali menjadi sorotan usai melontarkan pernyataan kontroversial terkait teknologi yang dikembangkan perusahaannya.

Dalam sebuah forum teknologi di Israel yang dilakukan melalui sambungan video, Musk membandingkan kemampuan teknologi Neuralink dengan mukjizat yang dikaitkan dengan Yesus Kristus.

Menurut Musk, teknologi Neuralink memiliki potensi luar biasa untuk membantu manusia yang mengalami kelumpuhan hingga gangguan penglihatan.

“Memulihkan kendali manusia yang tetraplegic dan memulihkan penglihatan adalah hal yang luar biasa. Ini apa yang saya sebut teknologi level Yesus,” ujar Musk seperti dikutip dari Futurism, Kamis (21/5/2026).

Neuralink merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan Brain Computer Interface (BCI), yakni sistem yang memungkinkan otak manusia terhubung langsung dengan komputer melalui chip khusus.

Selain memimpin Neuralink, Musk juga dikenal sebagai CEO sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Tesla, SpaceX, xAI, dan platform media sosial X.

Dalam ajaran Kristen yang tertulis di Alkitab, Yesus Kristus dikenal melakukan berbagai mukjizat seperti menyembuhkan orang lumpuh dan memulihkan penglihatan orang buta. Musk berharap Neuralink suatu hari mampu menghadirkan teknologi yang dapat mengembalikan fungsi tubuh manusia yang hilang.

Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan Neuralink mampu sepenuhnya mewujudkan ambisi tersebut.

Musk Kembali Dituding Membual

Pernyataan terbaru Musk juga kembali memicu kritik terhadap gaya komunikasinya yang kerap dianggap berlebihan. Selama beberapa tahun terakhir, Musk beberapa kali dituding membuat klaim yang belum terbukti.

Salah satunya ketika ia mengaku masuk dalam 20 pemain terbaik dunia untuk video game Diablo IV saat berbincang dengan podcaster Joe Rogan.

Selain itu, ilmuwan AI dari Meta, Yann LeCun, juga pernah mengkritik Musk terkait prediksinya bahwa kecerdasan buatan setara manusia akan hadir pada 2025.

Musk juga sempat menjadi sorotan terkait klaim kemampuan sistem autopilot Tesla. Direktur perangkat lunak autopilot Tesla, Ashok Elluswamy, mengungkap demonstrasi kemampuan mobil otonom Tesla pada 2016 dibuat melalui proses rekayasa tertentu dan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata sistem saat itu.

Kontroversi demi kontroversi membuat pernyataan Musk kembali ramai diperbincangkan publik, terutama terkait batas antara ambisi teknologi dan klaim yang dianggap terlalu berlebihan.

Sumber: CNBC Indonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment