IHSG Bergerak Fluktuatif di Level 6.200, Masih Dibayangi Tren Pelemahan

Last Updated: 21 Mei 2026By Tags: ,

Image: Ihsg

Aruna9news.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi ini dan masih berada di area level 6.200-an. Pergerakan indeks sempat menguat pada awal sesi perdagangan, namun tekanan jual membuat IHSG kembali turun ke zona merah.

Berdasarkan data RTI pada Kamis (21/5/2026), IHSG dibuka menguat di posisi 6.366. Optimisme pasar sempat mendorong indeks bergerak positif pada awal perdagangan. Akan tetapi, hingga pukul 09.10 WIB, IHSG berbalik melemah ke level 6.293 atau turun sekitar 24 poin setara 0,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak dalam rentang level terendah di 6.291 dan tertinggi di 6.378. Kondisi ini menunjukkan pasar masih mengalami volatilitas dengan aksi beli dan jual yang cukup aktif sejak pembukaan perdagangan.

Dari sisi transaksi, nilai perdagangan saham pada pagi hari ini tercatat mencapai Rp1,91 triliun. Sementara volume perdagangan menyentuh 3,50 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.050 kali. Aktivitas perdagangan yang cukup tinggi mencerminkan pelaku pasar masih aktif melakukan transaksi di tengah kondisi pasar yang bergerak tidak menentu.

Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia juga terlihat berimbang. Sebanyak 259 saham tercatat menguat, sementara 258 saham melemah dan 179 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan pasar masih dibayangi sentimen campuran dari investor domestik maupun global.

Tidak hanya melemah secara harian, kinerja IHSG juga masih mengalami tekanan dalam berbagai periode waktu. Dalam satu bulan terakhir, indeks tercatat turun sebesar 17,11 persen. Sementara dalam tiga bulan terakhir, IHSG terkoreksi hingga 22,73 persen.

Tekanan juga terlihat dalam jangka waktu lebih panjang. Dalam enam bulan terakhir, IHSG tercatat melemah 22,92 persen. Bahkan sejak awal tahun 2026, indeks saham acuan Indonesia itu telah turun hingga 27,20 persen. Jika dihitung dalam periode tiga tahun terakhir, IHSG masih mengalami pelemahan sebesar 8,41 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan cukup besar di tengah berbagai sentimen ekonomi global maupun domestik yang memengaruhi pergerakan investor di pasar modal.

Source: Detik.com

Editor: Ariel Yoga Praditya

Leave A Comment