Menkeu Purbaya Soroti Pendalaman Pasar Modal RI, ‘Sejak 2000 Tak Dalam-Dalam’

Image: Purbaya Yudhi Sadewa
Aruna9news.com – Purbaya Yudhi Sadewa menilai upaya pendalaman pasar modal di Indonesia hingga kini masih belum berjalan maksimal. Menurutnya, berbagai langkah untuk memperkuat dan memperluas pasar modal sudah sering dibicarakan sejak awal tahun 2000-an, namun hasilnya belum terlihat signifikan, Purbaya bahkan menyindir bahwa istilah “pendalaman pasar modal” sudah lama terdengar, tetapi pasar modal Indonesia tetap belum benar-benar berkembang secara mendalam. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti menggali dengan alat yang salah sehingga hasilnya tidak pernah maksimal.
Pendalaman pasar modal sendiri merupakan langkah untuk memperkuat struktur pasar modal melalui peningkatan jumlah investor, penambahan instrumen investasi, serta peningkatan likuiditas transaksi. Upaya ini bertujuan menciptakan pasar yang lebih sehat, transparan, dan menarik bagi investor domestik maupun asing.
Selain itu, pendalaman pasar modal juga diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi investasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Dengan pasar modal yang lebih kuat, arus investasi dapat lebih stabil dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, Di sisi lain, Purbaya menegaskan pemerintah tetap berupaya memperkuat fondasi ekonomi nasional agar pertumbuhan pasar modal bisa terdorong secara berkelanjutan. Pemerintah disebut sedang merancang strategi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan stabil.
Ia menilai, jika fundamental ekonomi Indonesia terus membaik, maka pasar saham nasional juga akan ikut menguat. Karena itu, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026 tercatat mengalami koreksi sebesar 16,89 persen. IHSG turun dari level tertingginya di awal tahun yang sempat menyentuh 9.134,700 menjadi sekitar 7.184,44, Meski demikian, Purbaya sebelumnya tetap optimistis IHSG masih berpeluang menembus level 10.000 pada tahun ini. Ia meyakini bahwa gejolak yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara, dan jika kondisi ekonomi tetap kuat, pasar saham akan kembali mengalami kenaikan secara signifikan.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










